Jalan Yang Lurus

Bila anda berjalan atau mengemudikan kendaraan di jalan yang lurus, tidak ada belokan dan tidak bercabang. Mungkinkah Anda tersesat?.  Anda tidak mungkin tersesat, tetapi belum tentu juga sampai ke tujuan. Sampai tidaknya Anda ke tujuan tergantung dengan fit tidaknya Anda untuk menempuh perjalanan itu dan perbekalan yang Anda miliki. Prinsip menempuh jalan lurus ini berlaku untuk seluruh aspek kehidupan kita.

Yang terpenting adalah menemukan jalan yang lurus itu dahulu, karena bila jalan itu masih berbelok-belok dan bercabang sangat mungkin kita tersesat.

Dalam hal usaha, ketika Anda menyiapkan business plan – tantangan terberat Anda adalah memetakan ‘jalan yang lurus’ tersebut. ‘Jalan yang lurus’ bagi sebuah usaha adalah kejelasan visi, ketajaman misi, kejituan strategi dan kedisiplinan aksi. (Muhaimin Iqbal)

Setelah ‘jalan yang lurus’ bagi usaha Anda tersebut terpetakan – Dengan RidhoNYA usaha Anda sudah tidak akan tersesat.  Masalahnya adalah ‘tidak tersesat’  tidak berarti bahwa Anda akan sampai pada apa yang Anda cita-citakan tersebut. Setelah ‘jalan yang lurus’ itu Anda temukan, kesiapan fisik Anda untuk menempuh perjalanan itu dan juga perbekalan Anda menjadi tidak kalah pentingnya.

Maka Anda harus pandai mengukur jarak tempuh itu disesuaikan dengan kesiapan ‘fisik’ Anda atau team Anda beserta perbekalannya. Anda tidak bisa melampaui jarak tempuh melebihi jarak yang bisa ditempuh oleh team Anda.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s